Dua
Aku selalu jadi korban, setiap hari menyesakkan Tinggal dengan ayah yang tak melihat anaknya, kecuali masalah memelukku. Aku selalu jadi korban, seperti hari ini setelah satu jam menunggu,kamu akhirnya datang. tersenyum.paksa. "Udah lama",jelas itu rhetoric,jawabannya adalah senyuman,''iya''. Kamu lalu duduk,menatap langit "Langitnya indah,yah?",selalu mengagumkan melihat mu berbasa-basi,aku tersenyum.mengangguk. Langit berubah wujud,seperti landak yang mengubah warnanya ditengah perhatian. Benar perhatian kami terlalu tertuju pada langit,satu jam lamanya.yah,kami selalu begini.hubungan yang aneh.namun telah bertahan lebih lama dari pernikahan vp. "Aku mau ngomong,bi",selalu kamu membuka percakapan,walau kali ini,dibuka dengan kalimat yang selalu orang sebut menyebalkan, kalimat yang jelas hanya formalitas.yang cukup menjelaskan apa yang akan terjadi selajutnya. "Tentu,mau ngomong apa?",inipun jawaban formalnya. "Aku.."...