Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Survey Next School

Saya sering bertanya-tanya, "sedang apa aa sekarang?" "Apa yang sedang dia pikirkan?" "Buku apa yang sedang dia baca?" "Apa dia lelah?" Dan pertanyaan lainnya hanya seperti yang biasa saya tanyakan ketika dia pulang. Pertanyaan ringan dari seorang ibu yang masih harus menata hati saat berjauhan dengan buah hatinya. Tidak ikhlas? Tentu saja tidak. Ingat dan mengingatnya bukan berarti tidak mengikhlaskan. Khawatir? Saya yakin dia berada di tempat yang tepat dan aman dengan asatidz yang amanah untuk dia, jadi khawatir bukanlah kata yang tepat untuk menggambarkan pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak saya tersebut. Ah, hati ini tetaplah hati seorang ibu... Mencari sekolah dengan guru yang tepat untuk sulung bukan hal yang mudah bagi kami. Banyak keunikan dan kekhasan sulung yang akan sulit difahami ataupun 'ditolerir' orang dewasa yang tidak bisa memahami dia. Pola pikirnya, cara dia memandang sesuatu, 'idealismenya', dan mungkin ga...

Papatah dari Jauh (day 4)

Gambar
Saat WA an di pagi tadi Aa cerita kalau masak nasi nya terlalu lembek tapi Alhamdulillah enak, beli ayam lazato sebagai teman nasi nya.  Siangnya cerita kalau ada teman-temannya yang berkumpul di kost an Aa, Alhamdulillah. Di sore hari Aa cerita tentang pengeluaran. Senin, 22 November 2021

Di Jenguk Ummi Abi (Hari ke-3

Perjalanan hidup manusia, menempuh alam dunia Menghabiskan masa yang tiada lama. #kisahhariini  Setelah beberapa hari ngkost, kami menjenguk sulung untuk pertama kalinya. Membawa oleh-oleh beras biar nggak usah beli nasi 🤭 kan enak ya kalau ada nasi mah tinggal beli sayur atau lauknya. Kesana sambil bawa nasi panas di magiccom sama ayam goreng kesukaan Aa, trus makan bertiga disana. Aa tipe yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru namun tetap dengan kepribadian dan dirinya sendiri yang sederhana namun berpikir jauh ke depan, yang cool namun bisa sangat hangat pada ummi dan saudarinya. Aa memilih menepi mengerjakan tugas dibanding berkumpul di kafe atau tempat nongkrong lain, "sayang uangnya." Salah satu alasannya, apalagi dia memang tipe yang merasa harus bertanggungjawab dengan pengelolaan keuangan. MasyaAllah tabarokalloh Aa.. jika suatu saat Aa membaca ini, inilah salah sekian pandangan ummi tentang Aa. Lengkapnya bisa dilihat di blog yaa..hee.. Oh ya tadi ngbasho cu...

Aa dalam Pandangan Ummi (1)

Gambar

Bagaimana Menurut Aa? (bagian 1)

Gambar
Maksudnya pengen tahu pandangan Aa tentang sesuatu (dalam hati sih agak khawatir kalau dia terpengaruh ngshare sesuatu yang berpotensi jadi bahan gunjingan, kan kasihan jarinya nanti pas di hisab).. Alhamdulillah Aa masih tetap Aa yang kami kenal, tidak terpengaruh sedikitpun untuk merasa harus tahu kabar-kabar yang viral apalagi memberi tanggapan. "Apa untungnya buat Aa tahu." Terkesan nggak peduli an ya? Nyatanya tidak seperti itu, dia hanya membuat batasan bagi dirinya sendiri; apa yang perlu dia tahu atau apa yang tak perlu dia tahu.  "Orang yang suka akan tetap suka, yang tidak suka akan tetap tidak suka. Hal-hal seperti itu biarlah menjadi urusan mereka, Aa tidak tertarik mengetahuinya. Tahu ataupun tidak, apa manfaatnya buat Aa? " Iya ya, hal seperti ini termasuk juga akan menghindarkan diri dari perdebatan yang nggak penting. Padahal untuk hal-hal lain dia cukup kritis, punya pandangan tentang banyak hal yang berhubungan dengan problematika ummat...

Sakieu Hungkul, Kok (Hari ke-2)

Gambar
Hari ini Aa bercerita kalau dia sarapan cuanki karena beli nasi mah mahal, terus belanja air mineral sama kue tapi ni mahal katanya.  MasyaAllah nggak apa-apa Nak, perjalanan mu untuk semakin faham dan belajar memanaje diri baru dimulai. Ummi berdoa semoga Allah membantumu. Balananjeur, Sabtu, 20 November 2021

Aa Berangkat Kost (hari ke-1)

Gambar
Karena sudah mulai banyak jadwal offline alias tatap muka ditambah kegiatan di organisasi yang akhirnya pulang kemalaman atau kehujanan dan terutama sulitnya kendaraan pulang jadi akhirnya agenda ngkostnya di percepat. Jum'at, 19 November 2021 Aa resmi kost di kost an yang berada di dekat kampus. Biayanya 340 rb perbulan sudah termasuk biaya WiFi dan listrik juga air, sengaja nyari yang KM nya di luar agar Aa belajar banyak hal terutama kedisiplinan. Nanti deh saya tuliskan lebih banyak tentang alasannya. Episode pamitan sama Mamah jadi moment penuh haru karena mamah mulai nangis kehilangan. Ayah bersiap mengantar sulung nya, ada riak di sudut netra, dia pasti merasa kehilangan namun harus kuat merelakan demi anak yang dikasihi. Tak ada yang lebih berat dari perpisahan seperti apapun bentuk perpisahan itu selain penyesalan; sesal atas banyak hal. Aa, Ummi Ridha ka Aa. Kami pun merelakan Aa tanpa Isak, kami ingin Aa tegar dan berdiri dengan tegak ...

Sepuluh Ribu

Minggu ini dia membawa bekal Rp.10.000,- untuk satu minggu... Saya penasaran bagaimana dia bisa bertahan dengan uang sejumlah itu, sedangkan dia harus membeli sayur atau lauk pauk sebagai teman nasinya. Bagaimana dia mengendalikan keinginan jajan saat melihat teman2nya jajan.. Khawatir? Tidak... Kami tidak menyimpan kekhawatiran untuk hal seperti itu. Itu pilihannya... Dan kami tahu, dia sedang ingin belajar banyak hal. Seperti tekadnya, "aa ke pondok bukan untuk bisa bebas jajan karena jauh dari pandangan ummi, tapi aa kesana untuk mencari ilmu. Aa ingin mendapat ilmu..aa akan berjuang dengan benar dan berusaha sebaik-baiknya untuk itu." Besok... Dia akan pulang dengan sekian banyak cerita. Ah, rindu ceritanya... Penasaran kisah survivenya juga. Semoga Allah senantiasa memuliakanmu dengan iman dan islam serta ihsan sampai kelak engkau masuk syurga bersama orang-orang yang sholeh, nak ! #quthb_13year 16 November 2016