Dua

Aku selalu jadi korban, setiap hari menyesakkan 
Tinggal dengan ayah yang tak melihat anaknya, kecuali masalah memelukku.

Aku selalu jadi korban, seperti hari ini setelah satu jam menunggu,kamu akhirnya datang. tersenyum.paksa.
"Udah lama",jelas itu rhetoric,jawabannya adalah senyuman,''iya''.

Kamu lalu duduk,menatap langit
"Langitnya indah,yah?",selalu mengagumkan melihat mu berbasa-basi,aku tersenyum.mengangguk.

Langit berubah wujud,seperti landak yang mengubah warnanya ditengah perhatian.
Benar perhatian kami terlalu tertuju pada langit,satu jam lamanya.yah,kami selalu begini.hubungan yang aneh.namun telah bertahan lebih lama dari pernikahan vp.

"Aku mau ngomong,bi",selalu kamu membuka percakapan,walau kali ini,dibuka dengan kalimat yang selalu orang sebut menyebalkan, kalimat yang jelas hanya formalitas.yang cukup menjelaskan apa yang akan terjadi selajutnya.

"Tentu,mau ngomong apa?",inipun jawaban formalnya.

"Aku..",
"Aku?",aku sebenarnya tahu yang selajutnya,sangat tahu.
"Aku...mau putus",

Aku selalu jadi korbanya,setidaknya sampai satu minggu selajutnya,kamu...

Orang tua mu bilang kamu sudah lama sakit,satu minggu sebelum kamu meninggal kamu memaksakan diri keluar,bertemu dengan 'orang yang tak mau kehilangan cintanya',aku.

Aku bodoh,tak pernah mau mencari tahu,terus menyalahkan orang,tak peduli sekitar,mengucapkan omong kosong.

Aku penjahatnnya,mengutuk mu 7hari 7malam,tanpa mau tau apa yang terjadi.

Kamu korban dari keegoisanku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Pertama

Sakieu Hungkul, Kok (Hari ke-2)