Belajar Bahasa

Saya ingin bercerita, tentang seorang anak usia 14 tahun yang sedang belajar mengungkapkan sesuatu dengan bahasa yang seharusnya menjadi bahasa pertama yang diajarkan bundanya padanya..

Bundanya memiliki kosakata yang agak buruk saat bicara by lisan, sehingga bukan bahasa Sunda yang baik yang dilafalkan, ada sekian bahasa yang keluar hingga muncul bahasa gado-gado,

Kini, si remaja mulai belajar bahasa Sunda tanpa terlebih dahulu mengenal undak unduk basa.. Dia berpikir bahasa Sunda itu menyenangkan, dan dia beranggapan hampir semua kosakata dalam bahasa Sunda adalah baik, bisa dipakai untuk yang lebih tua atau muda atau seumuran selama dia tidak menunjuk seseorang dengan nama binatang...
Dia... Belum mengetahui undak usuk basa sampai ayahnya kemudian yang mengenalkannya, "bahasa Sunda itu elok jika di pakai sesuai undak usuknya, A!" dan si remaja mendengarkannya dengan seksama meski terbilang agak terlambat.

Remaja itu kini, saya sedang mengingatnya saat tersenyum sendu mengatakan, "oh, jadi kata-kata yang di gunakan untuk yang lebih tua, seumuran dan lebih muda itu berbeda, ya? Pantas saja bisa menimbulkan salah faham. Sekarang aa mengerti."

Remaja itu kini, ia akan terus belajar dan berproses menjadi lebih baik insyaAllah..
Semoga ayah bunda dan orang-orang dewasa disekitarnya senantiasa menyiapkan stock kesabaran yang berlimpah atasnya.

With you my dear, aa Quthb Al-Ayyash. Ummi mencintaimu, Nak. Karena Allah, insyaAllah.

2 Oktober 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Pertama

Sakieu Hungkul, Kok (Hari ke-2)