Rencana

"Jadi, bagaimana rencana Aa setelah keluar dari SMA nanti? " Sebenarnya pertanyaan ini sangat sering saya tanyakan, sejak dulu malah, sejak dia masih 9 tahun saya sering bertanya rencana masa depannya. 

Saat dia mau masuk pondok di usia Mts nya, saya tanya lagi rencananya setelah Mts kira-kira mau diteruskan kemana, tentang cita-cita dan rencana jangka panjangnya. Sekarangpun pertanyaan yang serupa kembali jadi bahasan kami. 

Waktu kecil dia bercita-cita menjadi dokter, melihat ummi nya sakit-sakit an membuatnya melangitkan cita menjadi dokter, "dokter spesialis jantung dan pembuluh darah." Katanya. Ah, mungkin dia lupa pernah mengatakannya 🤭. 

Saat duduk di bangku Mts, dia mengatakan ingin jadi dokter yang juga seorang mufassir. Dia ingin menjadi seseorang yang memiliki pemahaman yang baik tentang diennya dan menjadi dokter yang hanif karena Allah. 

Saat memilih jurusan untuk SMA nya, Abinya bertanya lagi rencana masa depannya, "Aa ingin masuk hukum UI. "Katanya. Saat itu belum ada bayangan masuk ikatan dinas. Abinya mengarahkan untuk memilih jurusan IPS di SMA nya, Alhamdulillah sejalan juga dengan Aa sendiri dan pilihan BK untuk Aa yaitu IPS. Alhamdulillah 'alaa kulli haal. 

Selama masa pandemik ini, Aa belajar banyak tentang kehidupan melalui aktivitas magangnya. Di SMA memang tidak ada magang atau PKL atau semacamnya, ini aktivitas pilihan Aa untuk memanfaatkan waktu BDR nya. Anak laki-laki memang harus belajar bekerja dan memupuk etos kerja yang baik untuk bekal masa depannya, "ya kan Aa @quthbayyash ? Itu yang dulu dikatakan Aa." 
Dia tetap belajar pelajaran sekolah, tetap menghapalkan Al Qur'an dan materi pelajaran sekolahnya, tetap bermain basket juga lari, tetap ke masjid pada waktunya, dan dia mendapat manfaat belajar bekerja dan hikmahnya juga.

25 September 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Pertama

Sakieu Hungkul, Kok (Hari ke-2)