Untuk Aa
Aa kurang suka kisahnya dipublikasikan, tapi Ummi ingin suatu saat nanti Aa bisa melihat titi perjalanan Aa melalui catatan dan kenangan Ummi. Mungkin hari ini tidak terlalu berarti tetapi ummi yakin kalau suatu saat akan sangat berarti buat Aa.
Cara ummi berkisah mungkin tidak akan selalu membuat Aa berkenan, ada yang membuat Aa tersenyum namun pasti ada yang membuat Aa tak nyaman hingga bergumam, "kok ummi simpan kisah ini disini sih." Hee semoga saat itu rasa tidak nyaman Aa hanya sedikit ya Nak.
Aa Quthb sayang, diperjalanan ke Pagerageung tadi.. Ah tidak tapi hari-hari ini hampir setiap hari Ummi dan Abi menjadikan Aa sebagai topik utama pembicaraan kami, kalau dina berita mah mungkin namanya headline news nya A 😁 dan memang begitulah keadaannya.
Kemana Aa kuliah dan jurusan apa lalu seperti apa Aa nantinya menjadi pembicaraan yang di ulang setiap harinya.
Kami sebenarnya agak kaget dengan diri kami sendiri, kenapa kami justru jadi mendorong Aa untuk kuliah disini dan swasta pula?! Itu agak aneh mengingat sudah sejak jauh hari kami (baik ummi maupun Abi) sudah memplot Aa dan adik-adik Aa untuk masuk universitas negeri bergengsi (versi orang-orang) di negeri ini.
Masuk fakultas anu dan universitas anu, kami mempersiapkan Aa untuk punya impian kesana. Tapi pemikiran ummi dan abi berubah seketika saat hasil snmptn keluar dan tidak ada nama Aa disana.
Kami tidak kecewa, sama sekali tak ada perasaan kecewa. Kami hanya mendorong Aa untuk tidak boleh gap year. Aa harus kuliah, belajar setinggi-tingginya tak peduli dimanapun itu. Keputusan untuk kuliah dimanapun bukan karena kami pesimis Aa tidak mampu masuk PTN yang pernah ada dalam plot kami, tapi lebih karena kami mulai berpikir bahwa tidak penting tempatnya dimana tapi bagaimana Aa menjalaninya.
Lalu kami menemukan banyak contoh di sekitar tentang seseorang yang katanya pintar, mendapat IP tinggi selama kuliahnya di Universitas terkemuka namun akhlaqnya sangat buruk. Tentu saja itu bukan salah kampus, tapi kisah ini menjadi ibrah besar buat kami, "tak penting dimana, yang penting adalah bagaimana."
Kami ingin Aa mengembara jauh, tapi jika bisa memilih untuk tetap dekat apalagi dalam situasi seperti hari-hari ini, izinkan ummi memilih opsi melepasmu untuk mengepakkan sayap di depan mata kami.
Aa, nanti ummi sambung lagi muqoddimahnya InsyaAllah.
Balananjeur, 6 April 2021
Komentar
Posting Komentar